Iklan Satu

AGM Bantah Beli Pulau Malambar di Sulbar

$rows[judul] Keterangan Gambar : Abdlu Gafur Masud

BALIKAPAN,bidiknews- Maraknya pemberitaan terkait dugaan seorang Kepala Daerah di Kalimantan Timur (kaltim ), yang mengerucut kepada Bupati Penajam Pasir Utara (PPU ) Abdul Gofur Mas'ut diduga terlibat dalam proses jual beli Pulau Malamber.

Pulau malamber yang terletak diwilayah gugusan Kepulauan Bala-balakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat akan dijual senila 2 miliar.

Abdul Gafur Mas'ut ,akrab disapa AGM  membantah atas pemberitaan dirinya yang melakukan pembelian atas pulau Malamber tersebut.

Gafur menjelaskan ,mengenai pemberitaan yang beredar itu tidak benar, dirinya tidak pernah melakukan transaksi jual beli atas pulau Malamber senilai 2 miliar tersebut.

" Mengenai isu yang berkembang saat ini itu tidak benar , saya tidak pernah membeli pulau malamber tersebut" jelas Bupati PPU kepada awak media di kediaman peribadinya, Sabtu, (20/06/2020)

AGM mengakui sempat mengunjungi beberapa Pulau di Sulawesi Barat(Sulbar) termasuk Pulau Malamber yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur belum lama ini, tapi bukan untuk membeli.

Namun kunjungannya tersebut sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo).

"Benar saya ada berkunjung ke beberapa pulau di Sulbar termasuk pulau Malember , namu bukan untuk membeli pulau tersebut, selain untuk jalan-jalan dan Diving , kunjungan saya untuk melihat terumbu karang yang ada di sana, itulah yang ingin saya sampaikan" jelas Gofur

Masih Abdul Gofur Mas'ut " kunjungan kami ke pulau tersebut dalam rangka kegiatan Aspeksindo yaitu melihat keindahan alam pulau tersebut , sebagai dasar agar Destinasi Pariwisata di kalimantan timur dapat lebih kita tingkatkan lagi" ungkapnya.

AGM menegaskan di hujung wawancara" saya meminta kepada pemberi informasi harus berhati-hati dalam memberikan keterangan , karena ini bisa menjadi pembunuhan karakter , padahal niat kami baik, namun semuanya masih dibicarakan, intinya isu pemberitaan itu semuanya tidak benar"pungkasnya. (agus/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)