Keterangan Gambar : Sabaruddin Panrecalle
BALIKPAPAN,BIDIKNEWS.co.id- Pemerintah kota Balikpapan terus berbenah dalam menyongsong Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) yang telah ditetapkan Presiden. Wacana tersebut tentu akan memicuh warga pendatang masuk ke Balikpapan.
Saat ini data yang ada di miliki dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, dalam sebulan ini sekitar 1.400 warga pendatang tiba di Balikpapan. Kini pendatang yang menetap di Balikpapan semakin banyak untuk mengadu nasib di Balikpapan. Hal tersebut harus diantisipasi guna menghindari pendatang gelap atau tanpa identitas.
Bersama pihak kelurahan, kecamatan, Pol PP dan dibantu Polisi dan TNI, terus gencar melakukan razia rumah kos.
"Masalah pendatang bisa menjadi masalah serius yang mengganggu kenyamanan kota ini apabila tidak diantisipasi dan diperketat pengawasan. Salah satu pengawasan, razia penduduk di rumah-rumah kos ditingkatkan lagi, " ujar Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panarecalle.
Mengingat, sudah sering terjadi penangkapan warga pelaku kejahatan bahkan teroris, ternyata pendatang gelap yang tidak punya identitas jelas.
Tak hanya pendatang gelap, razia rumah kos juga untuk mengantisipasi asusila pasangan terlarang tinggal satu kamar. Sebab banyak kejadian, rumah kod ditinggali pasangan bukan suami istri sah yang melakukan perbuatan mesum. Bahkan banyak wanita tuna asusila (WTS) dan prostitusi online memanfaatkan rumah kos untuk melayani tamunya.
"Dalam hal ini, Ketua RT juga punya tanggung jawab memantau lingkungannya agar tidak ada pendatang gelap dan pasangan tidak menikah resmi tinggal di kos, " tegas Sabaruddin. (sinta/bdknews)
Tulis Komentar