Iklan Satu

Kamaruddin Berharap Kegiatan Siswa di Sekolah Harus Dalam Pengawasan.

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kamarudin

BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Kegiatan ekstrakurikuler SMPN 1 Turi, kabupaten Sleman, dengan melakukan susur sungai yang merenggut korban jiwa siswa tersebut, menjadi perhatian serius dari banyak kalangan. Setidaknya ada 10 siswa meninggal dunia akibat hanyut terseret arus sungai.

Peristiwa ini terjadi di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman,Yogyakarta. Kegiatan pramuka dengan agenda susur sungai yang menelan korban terjadi pada Jumat 21/2/2020 lalu.

Atas tragedi ini mendapatkan respon dari DPRD kota Balikpapan, menurut anggota komisi lV Kamarudin, seharusnya hal ini menjadi tanggung jawab sekolah atas kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan kegiatan lainnya yang harus melihat sisi keamanan dan keselamatan siswa siswi .

Dan hal wajib bagi pembina ekstrakulikuler yang bertugas memandu kegiatan juga harus melihat sisi keamanan dan telah mengetahui kondisi cuaca sedang buruk dan mengawasi kegiatan yang sedang berlangsung

Kamaruddin memaparkan bahwa sebuah kegiatan Pramuka harus terjamin keamanannya, tidak di anjurkan pengawas untuk melepas siswa siswinya begitu saja 

"Kegiatan apa pun disekolah mesti dalam pengawasan guru dan pembinanya, kan sebelum dimulai ya dipaparkan dulu, diberikan arahan tentang planning yang akan dilaksanakan," kata Kamarudin

Sebab bagaimanapun itu selagi masih dalam kawasan sekolah tentunya akan menjadi tanggung jawab sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Semua sekolah yang melakukan ekstrakulikuler diharapkan berhati hati dan diharapkan tidak ada lagi pembina yang melepas murit nya . Dan itu semua yang menangung adalah pihak sekolah. (sinta/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)