Iklan Satu

Pemkot Balikpapan Dinilai Lambat Penggunaan Anggaran dalam Menangani Vitus Corona

$rows[judul] Keterangan Gambar : Fadlianoor

BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Pandemi Virus Corona yang sangat berbahaya dan mematikan ini menjadi pusat perhatian dunia, bahkan kini  telah melanda kota Balikpapan. Dari data yang ada saat ini, orang yang terinfeksi Covid-19 di Balikpapan per tanggal 27 Maret bertambah 6 orang, jadi total 12 orang telah positif terjangkit Virus Corona. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) ada 29 orang , dan Orang Dalam Pemantauan(ODP) mencapai 1.196 Orang.

Permasalahan ini penting dan harus di selesaikan pemerintah Kota Balikpapan, dan harus secepatnya melakukan tindakan dalam memberantas penyebaran virus Corona yang sudah mewabah di kota Balikpapan. 

Bahkan DPRD bersama Pemerintahan Kota Balikpapan telah menggelontorkan anggaran sangat besar untuk penanganan Virus Corona, namun Pemerintah Kota Balikpapan dinilai sangat lambat dalam menangani permasalahan ini , sementara status Balikpapan sendiri dinyatakan Kejadian Luar Biasa(KLB).

Menuru Fadlianoor Anggota DPRD Kota Balikpapan yang tergabung dalam Komisi IV, pemerintah lambat dalam menangani permasalahan covid 19 yang kini melanda Balikpapan. Padahan telah dianggarkan dana tanggap darurat khusus untuk penanganan virus corona.

"Saya menilai Walikota Balikpapan sangat lambat dalam menangani permasalahan virus Corona ini, serta pemborosan anggaran karena tidak efektif kalau hanya melakukan penyemprotan di tepi-tepi jalan," kata Fadlianoor

Fadlianoor menjelaskan bahwa penularan virus Corona lebih cepat melalui apa yang kita pegang atau kita sentuh dengan kata lain melalui media tangan,  selain itu virus juga dapat keluar melalui hidung dan mulut(saluran pernafasan) dengan jarak 2 meter, sehingga dapat menempel di mana2 terutama di dalam rumah apabila kita Bersin , Batuk, dan laninya.

"Lebih efektif penyemprotan di lakukan langsung rumah ke rumah dengan melibatkan Rukun Tetangga (RT). Dengan anggaran yang ada kita belikan alat semprot, dan cairan vaksin disinfektan, kemudian di bagikan ke RT melalui Kelurahan , kemudian kita tentukan jadwalnya melalui komando DPBD , untuk melakukan penyemprotan secara serentak , sehingga antara Pemerintah dan Masyarakat dapat melakukan secara bersama-sama dalam membasmi virus Corona yang mewabah di Balikpapan," jelas Fadlianoor.

Masih lanjutnya, kalau hanya melakukan penyemprotan di jalan raya, pohon-pohon di tepi jalan, gedung-gedung di tepi jalan raya itu tidak efektif, namun dengan membagikan alat semprot dan cairanya ke RT, itu sangat efektif.

"Kenapa Pemerintah kota tidak melakukan itu ,anggaranya ada ,gunakan anggaran semaksimal mungkin untuk menumpas habis virus ini," tegasnya. (agus/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)