Keterangan Gambar : Taufik Qul Rahman
BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Terkait usulan komisi ll DPRD Balikpapan menggunakan hak angket untuk melakukan audit terhadap PDAM atas penggunaan anggaran APBD yang diduga banyak disalah gunakan, pun ditanggap keras Taufik Qul Rahman.
Usai mengikuti rapat kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, yang merupakan Anggota komisi lll DPRD Balikpapan , mengungkap beberapa dugaan peyalahgunaan anggaran APBD 2019 pada instansi PDAM Kota Balikpapan.
Menurut Taufik Qul Rahman, yang mantan aktivis Ketua NCW Pusat, Selama ini PDAM yang merupakan sarana penyedia air bersih untuk masyarakat, umumnya diawasi dan dimonitor oleh aparat eksekutif maupun legislatif di daerah. Namun tidak dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Balikpapan yang dianggap tidak transfaran dalam penggunaan dana APBD Kota Balikpapan.
"Saya mendukung penuh usulan teman teman di komisi II, yang akan menggunakan hak angket untuk mendesak dilakukan audit secara eksternal terhadap PDAM Balikpapan, terkait penggunaan anggaran APBD yang di duga banyak di salah gunakan," kata Taufik dengan tegas.
Bahkan, lanjut dia, beberapa bukti-bukti penggunaan anggaran yang selama ini di kumpulkan dari hasil temuan dan Investigasi akan diserahkan ke komisi II. Dan meminta agar secepatnya dilakukan sidak untuk pengecekan data yang ada.
"Tahun ini saja PDAM Balikpapan meminta bantuan kurang lebih 3 miliyar dalam bentuk pentertaan modal dari APBN 2019, dan kini sudah masuk dalam batang tubuh APBD kota Balikpapan," jelasnya kepada Wartawan
Namun yang jadi pertanyaan bagi anggota dewan, selain bantuan tersebut di gunakan untuk oprasional PDAM dan membayar gajih pegawai, sisa anggaran tersebut tidak dijelaskan.
"Sisanya itu di kemanakan, ini harus transfaran dan terbuka karna itu menyangkut anggaran yang juga uang RAKYAT," tegasnya dengan lantang.(agus/sinta/bdknews)
Tulis Komentar