Iklan Satu

Tegaskan, Reaktif Corona Belum Bisa Dikatakan Positif

$rows[judul]

BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Abdulloh S.SOs melakukan jumpa press dengan  mengumumkan hasil Rapid Test yang digelar pada  12/13-Mei-2020 , kepada seluruh media cetak maupun elektronik. 

Pengumuman tersebut disampaikannya dihalaman kantor DPRD yang didampingi para Wakil Ketua DPRD Balikpapan masing-masing Sabaruddin Panrecalle dan Subari beserta anggota DPRD Taufik Qulrahman , Hatta umar dan Sekretaris DPRD Kota Balikpapan Abdul Aziz pada Jumat (15/05/2020).

Dari hasil Rapid test Abdulloh mengumumkan , bahwa seluruh yang bekerja di lembaga DPRD telah melakukan rapid test Baik 45 anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN dan hasil berdasarkan test cepat ada Sembilan orang yang hasilnya Reaktif , Empat orang anggota DPRD , Tiga dari ASN, Satu dari Non ASN dan Satu dari Office Boy

"Hasil rapid test yang dinyatakan reaktif bukan berarti positif namun hasil reaktif tersebut  akan diuji lebih lanjut lagi melalui pemeriksaan swab di laboratorium. Hal itu penting dilakukan untuk mengetahui hasil yang lebih akurat, sebab tingkat akurasi tes cepat tersebut rendah dan tidak bisa dijadikan acuan. Jadi sekali lagi saya tegaskan reaktif bukan berarti positif karena masih ada test selanjutnya untuk mengetahui hasil yang tepat,” jelas Abdulloh. 

Lebih lanjut Abdulloh mengatakan, Covid-19 bukan aib dan bukan penyakit kutukan, sebelumnya DPRD sudah memberikan contoh terlebih dahulu dengan melaksanakan rapid test yang kedua kalinya, karena anggota DPRD selalu berhubunganang langsung ke lingkungan masyarakat untuk menghimbau penerapan pencegahan Covid-19. Serta memberi bantuan kepada masyarakat, adapaun sembilan orang yang reaktif, kini tengah menjalani isolasi sembari menunggu hasil pemeriksaan.

Rapid test dilakukan lembaga DPRD kota Balikpapan  sebagai contoh upaya pencegahan penularan ditambah dengan kesibukan anggota DPRD dalam menjalankan tugas di tengah pandemi virus Corona di kota Balikpapan. 

Hal paling mendesak yang dikerjakan anggota DPRD  yakni rapat Panitia Khusus (Pansus) laporan keterangan pertangung jawaban (LKPj) Walikota tahun 2019, Pansus Covid-19 dan Satgas Pengawasan Covid-19. dan pengawasan anggaran penanggulangan virus Corona.

 “Aksi ini juga untuk memberikan contoh kepada seluruh pemerintah  baik ASN maupun masyarakat. Bahkan Wartawan pun harus melakukan rapid test, kapan akan berakhir kalau yang di perhatikan hanya Klaster dari luar,,sementara warga lokal tidak diperhatikan tidak pernah di rapid test, Pemerintah kota Balikpapan harus mengambil langkah cepat untuk berakhirnya wabah ini," pungkas Abdulloh
 
Dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, Abdulloh  juga meminta gugus tugas Covid-19 Kota Balikpapan memfasilitasi ASN untuk mengikuti rapid test. Utamanya yang menangani pencegahan penyebaran dan yang terjun langsung ke masyarakat dalam memberikan Bantuan, Dan kepada masyarakat kota Balikpapan pun agar dapat melakukan hal serupa demi percepatan virus ini berakhir. (agus/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)