BALIKPAPAN,bidiknews.co id-Terkait pemberitaan di media belum lama ini mengenai dua oknum anggota dewan yang disebut melakukan perjalanan dinas hingga reaktif corona, membuat geram Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S Sos. Dengan tegas dia melakukan jumpa pers, dikantor DPRD Balikpapan pada Jum'at (15/5/2020) sore.
Dalam jumpa pers tersebut, Abdulloh menegaskan bahwa media massa memiliki fungsi sebagai penyampai informasi, pendidikan, dan kontrol sosial. Oleh karena itu dalam setiap pemberitaan harus terkait permasalahan virus corona harus mengacu pada kode etik yang di tetapkan oleh dewan pres , harus berimbang, media massa baik cetak maupun elektronik perlu memperhatikan hal-hal yang diatur oleh Dewan Pers.
Seperti pada siaran Persnya yang menyebutkan bahwa, media di imbau perhatikan kode etik jurnalistik dalam liputan virus corona. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa dua warga negara Indonesia positif terkena virus corona (Covid-19) hari Senin 2 Maret 2020. Media massa memiliki fungsi sebagai pemberi informasi, pendidikan dan kontrol sosial.
Oleh karena itu dalam pemberitaan mengenai kasus virus corona di Indonesia media massa baik media cetak maupun elektronik perlu memperhatikan prinsip-prinsip kode etik jurnalistik seperti, memberitakan secara akurat, berimbang, selalu menguji informasi, tidak beritikad buruk serta dilakukan secara proporsional..
Media massa tidak memberitakan kasus virus corona ini secara berlebihan sehingga melupakan prinsip-prinsip dasar dalam kode etik jurnalistik. Media massa harus
memperhatikan kepentingan publik yang lebih luas sebelum memuat berita atau laporan mengenai kasus virus Corona ini.
Media massa melalui ruang redaksinya untuk menjaga ketertiban masyarakat sehingga dalam, laporan dan pemberitaan mengenai virus corona ini tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.
Media massa tidak memuat identitas pasien baik yang dinyatakan positif terkena virus Corona ,maupun yang dalam pengawasan otoritas kesehatan baik nama, foto atau alamat tinggalnya karena pasien adalah korban yang harus dihargai hak privasinya.
Media massa menjaga keselamatan awak media dalam liputan virus Corona schingga tidak menimbulkan masalah baru seperti terjangkit virus Corona saat bertugas di lapangan.
Media massa bersama otoritas kesehatan menyampaikan informasi yang memberikan
kepastian dalam masyarakat dan tidak membuat laporan atau berita yang hanya mencari sensasi dan meresahkan masyarakat.
Ketua DPRD kota Balikpapan dalam hal ini Abdulloh, S.sos , mengakui jika tidak pernah memberikan rekomendasi anggota DPRD Balikpapan untuk melakukan perjalanan dinas keluar daerah selama wabah virus corona. Kedua anggota DPRD yang disebutkan oleh dua media tersebut, tidak benar pernah melakukan perjalanan keluar daerah.
Sementara itu Abdulloh juga menambahkan bahwa seluruh anggota DPRD, ASN, dan non ASN serta seluruh jajaran sekretariatnya sudah melakukan rapid test,Dari hasil apid test tersebut memang ada yang reaktif dan ada non reaktif,
"Hasil reaktif jangan langsung disimpulkan (tuduhkan) bahwa hasil positif corona, reaktif disini belum tentu dipastikan terjangkit virus corona,namun sebagai rujukan untuk melakukan test selanjutnya , seperti swab ,"imbuh Abdulloh
Abdulloh juga menyampaikan dari 75 hasil rapid tes terdapat reaktif 3 dari ASN, 1 dari Non ASN, 1 dari Office Boy dan 4 anggota DPRD reaktif, "Jadi sekali lagi saya ingatkan, hasil reaktif disini belum tentu secara otomatis menjadi positif corona, jadi harus melakukan tes selanjutnya"pungkasnya
Meskipun positif conona jangan pernah malu, selalu hadapi dengan senyum dan ikuti anjuran kedokteran yang sudah ditetapkan,
"Untuk permasalah pemberitaan yang di keluarkan Dua media tersebut , kami sudah menyerahkan kepada Staf Ahli Hukum DPRD kota Balikpapan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya," jelasnya. (agus/bdknews)
Tulis Komentar