Iklan Satu

Iwan Sepakat Soal Wacana Pemerintah Untuk Penghapusan UN

$rows[judul] Keterangan Gambar : Iwan wahyudi

BALIKPAPAN,BIDIKNEWS.co.id- Usulan penghapusan Ujian Nasional (UN) yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  RI, 
semakin kuat. Alasannya membebani siswa karena kualitas pendidikan dan fasilitas pendidikan aksesnya sangat berbeda-beda antara wilayah satu dengan lainnya. 

Pro dan kontra pun terjadi di masyaraka, salah satunya anggota DPRD Balikpapan H Iwan Wahyudi yang mendukung wacana tersebut. Iwan sepakat apabila UN dihapuskan.  

"Saya pikir sebaiknya begitu, saya sepakat dengan rencana penghapusan UN  karena  kualitas pendidikan dari setiap provinsi berbeda.  Beberapa metodenya juga tidak merata penyebarannya, termasuk dari sisi fasilitas dan SDM,  UN bukan parameter standar penilaian keberhasilan pendidikan, melainkan metode pengajaran dan kualitas SDM yang dimiliki," terang Iwan dengan serius. 

Politisi dari PPP ini menganggap bahwa kurang pas kalau ulangan per semester menentukan dari kualitas pendidikan.

"Kan sudah jelas tiap kota dan provinsi berbeda-beda. Daerah pusat yaitu pemerintah DKI, kemudian dengan daerah terpencil seperti kabupaten, kecamatan yang sanggat jauh dari pusat pusat. Di Balikpapan  saja  masih banyak daerah pinggiran yang jauh aksesnya ," Imbuhnya. 

Yang dimaksud daerah pinggiran di antaranya seperti  Kariangau, Karang Joang, Gunung Binjai.  "Di Balikpapan, sejauh mana kemampuan pemerintah untuk bisa mendistribusikan  SDM guru-guru pengajarnya0 fasilitas pendidikannya. Daerah yang cukup jauh tentunya akan berbeda, kalau kita mau jujur situasinya seperti itu," ujarnya lagi. 

Menurutnya yang terpenting pendidikan tujuannya untuk membangun karakter putra putri Balikpapan tentunya dan prisnsip yang sangat baik. "Pendidikan yang paling mendasar adalah membangun karakter anak-anak agar menjadi menusia cerdas,  bebudi luhur dan bertaqwa kepada Tuhan, " katanya.

Namun demikian, dia berharap perlu lagi ada kajian untuk wacana tersebut. Sebelum di implementasikan, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan pada masyarakat. (sinta/agus/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)