Iklan Satu

Nurhadi : PenutupanbRuas Jalan, Pemerintah Juga Perlu Perhatikan Nasib Warganya.

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anggota DPRD Balikpapan Nurhadi Saputra

BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Di tengah gempuran Virus Corona yang melanda kota Balikpapan , berbagai upaya diambil Pemerintah kota Balikpapan untuk pencegahan penyebaran virus Codvid-19 ini ,  baik dengan Himbauan sampai memberlakukanya Buka Tutup ruas jalan utama pada jam-jam tertentu guna untuk membatasi warga masyarakat kota Balikpapan melakukan aktifitas di luar rumah

Hal ini mendapat tanggapan Anggota DPRD dari fraksi PPP Nurhadi Saputra, dirinya berpendapat bahwa penutupan ruas jalan dibeberapa titik oleh pemerinta Balikpapan dinilai tidak maksimal. Menurutnya langkah tersebut banyak dikeluhkan masyarakat, utamanya pedagang dan petani, serta nelayan.

"Mungkin perlu di evaluasi lagi, sebab ada jalan yang ditutup namun tidak sepenuhnya dilalui warga. Sementara akses jalan lain menjadi macet karena menumpuk jadi satu," kata Nurhadi

Menururtnya pemerintah juga mesti memperhatikan nasib warganya, disisi lain ika warga tidak bekerja maka jelas mereka tidak memiliki penghasilan. Sementara kebutuhan keluarga harus dipenuhi.

"Mereka harus mencari nafkah buat keluarga mereka, kalau tidak bekerja mau makan apa. Keluhan ini disampaikan langsung masyarakat wilayah Balikpapan Timur kepada saya," bebernya.

Buka tutup Ruas Jalan di jam tertentu sangat berdampak pada prekonomian warga masyarakat kota Balikpapan khususnya di wilayah Balikpapan timur. 

Selain itu Dalam proses  penanganan covid -19,masyarakat Balikpapan Timur sangat menginginkan pembangunan rumah sakit  di wilayah tersebut, 
di karenakan jauhnya  jangkauan dari wilayah Balikpapan Timur menuju rumah sakit yang ada di kota Balikpapan ini.

"akhirnya menemukan jawaban bukannya dibangunkan rumah sakit yang sesungguhnya justru malah sebaliknya,  Asrama Haji akan dijadikan tempat penanganan pasien pasien Covid-19  , yang akan dirawat jika pasien yang terdampak virus corona bertambah atau membludak, ini membuktika  bahwa di wilayah Balikpapan Timur sangat di butuhkan pembangunan rumah sakit  oleh  masyarakat," terang Nurhadi.

Lebih jelas dia menambahkan, bahwa pemerintah kota Balikpapan , khususnya dinas kesehatan harus lebih memperhatikan tenaga tenaga medisnya,  baik dari segi suplemenya sampai Alat Pelindung Diri (APD). Salah satu contoh puskesmas Manggar Baru, satu satunya puskesmas yang buka 24 jam tapi tenaga medisnya tidak dilengkapi alat alat kelengkapan seperti masker dan sarung tangan. 

Sangat prihatin dengan tenaga tenaga medis ini padahal mereka yang berhadapan langsung jika menemukan ada pasien yang berdampak virus Corona.

"Untuk itu kami meminta kepada pemerintah kota Balikpapan agar dapat memperhatikan lebih baiik lagi seperti tenaga medis, petugas lapangan, sampai masyarakat , serta mampu bergerak secepat mungkin untuk penanganan virus Corona Ini,"ungkap Nurhadi (ags/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)