Iklan Satu

Proyek Jalan Tol Berdampak pada Rumah Warga Retak Retak

$rows[judul] Keterangan Gambar : Komisi lll sidak proyek jalan tol

BALIKPAPAN,BIDIKNEWS.co.id- Baru saja usai melaksanakan reses, kini komisi III DPRD Kota Balikpapan langsung tancap gas untuk melakukan sidak. Sejumlah proyek infrastruktur disidak sebagai evaluasi laporan masyarakat dari hasil kegiatan reses.  Selain itu pula, sidak dimaksudkan untuk mengrtahui sejauh mana pelaksanaan proyek yang sudah berjalan. 

Sebelumnya, anggota komisi lll terlebih dulu mampir melihat pengerjaan gorong gorong drainase di sepanjang jalan Gunung Malang, Balikpapan. Sidak kemudian berlanjut ketempat lain,  yakni proyek jalan tol di kawasan Manggar,Balikpapan Timur, termasuk sidak di Gedung Serba Guna (GSB) kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur.

Sidak dipimpin  Ketua Komisi III Alwi Al Qadri  SP diikuti  anggotanya  Taufik Qulrahman, Fadilah SH , Nelly Turualo SE, H Amin Hidayat  didampingi anggota Komisi II H Nurhadi Saputra SH MH, pada Selasa (26/11/19)

Saat sidak jalan tol, warga banyak mengeluhkan dampak kegiatan proyek jalan tol. Sedikitnya ada 6 RT terkena dampak proyek jalan tol. Mulai persoalan banjir lumpur hingga beberapa rumah warga mengalami retak-retak. Keluhan warga ini sebenarnya sudah dimediasi melalui kelurahan tetapi pihak kontraktor tidak datang untuk mejawab permasalahan yang dialami warga.  

Proyek tol tersebut dikerjakan oleh perusahaan raksasa dari Negara China PT Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan konsorsium (joint operation) PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Pembangunan Perumahan  (PP). 

Ketua RT 63 Manggar Baru Hartawan mengatakan, permasalahan aliran air sudah lama berlangsung bukan hanya banjir lumpur. "Kami beserta warga pernah mengadakan mediasi kepada pihak kontaktor, bahkan demo terkait masal ini, namun sampai sekarang belum ada penyelesaiannya. Selalu ada aja alasan yang dibuat- buat pihak kontaktor. 

"Kami meminta kepada DPRD Kota Balikpapan untuk membantu kami warga Perum Panji untuk menyelesaikan permasalahan ini kepada pihak kontraktor," harap  Hartawan saat melakukan sidak. 

Warga Perum Panji dan Perum Pondok Asri mengatakan,  semenjak adanya proyek tol belum pernah pihak kontraktor bersosialisasi dengan warga setempat.  

"Sampai hari ini belum ada kompensasi diberikan. Padahal akibat dari proyek ini beberapa dampak ditimbulkan, seperti kebisingan, debu, banjir lumpur, hingga rumah warga retak-retak akibat pancangan,"kata Alwi ketua komisi lll DPRD Balikpapan.  

Alwi Al Qadri, mengatakan anggota komisi lll DPRD Balikpapan akan segera memanggil pihak- pihak yang terkait baik pihak PU, RT, warga dan kontraktor untuk  melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP)

Wisnu,kontraktor jalan tol, selaku koordinasi lapangan  mengatakan pihaknya  bersedia melakukan perbaikan rumah warga yang retak -retak.  

Akan tetapi ibu-ibu yang punya rumah  itu minta uang untuk mengganti rugi.  Kami sudah siap perbaikin rumah yang retak atau rusak.  Kontraktor bersedianya memperbaiki serusak apapun bakal diperbaiki," ujar Wisnu. Maka wajib kami akan  blacklist,"  tegas Alwi. (agus/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)