Iklan Satu

RDMP RU V Pertamina Sepakati Tuntutan Yayasan Yapendik GPIB

$rows[judul] Keterangan Gambar : RDPM Pertamina penuhi tuntutan pihak Yayasan GPIB terkait dampak proyek perluasan kilang.

BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk perluasan kilang minyak Pertamina RU V kota Balikpapan yang dianggap merugikan pihak Yayasan Pendidikan Kristen (YAPENDIK)  GPIB Balikpapan kini mulai menemukan titik terang.

Setelah dilakukanya rapat dengar pendapat (RDP) antara Yayasan GPIB dan Pihak RDMP yang di jembatani oleh anggota komisi III DPRD kota Balikpapan, telah menemukan kesepakatan. Polemik ini yakni permasalahan akibat dampak dari proyek RDMP terhadap lingkungan Sekolah YAPENDIK, seperti terjadinya banjir ,debu, keretakan pada bangunan sekolah dimana ada beberapa tingkatan sekolah dari Taman Kanak-Kanak(TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kesemua itu akibat dari aktivatas proyek RDMP.

RDP yang berlangsung pada Senin (3/2/202) diruang rapat DPRD kota Balikpapan dipimpin Wakil ketua komisi III wiranata oey dan didampingi beberapa anggota komisi III. Hadir dari pihak yayasan, pihak RDMP, Lurah Karang Jati , serta Sekretaris camat Balikpapan Tengah.

Anggota komisi lll Taufik Qulrahman mengatakan bahwa RDP dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat yakni dari pengurus YAPENDIK tentang dampak proyek RDMP yang ditimbulkan. Namun sampai sekarang belum menemukan penyelesaianya , walaupun pihak yayasan telah dua kali mengirimkan surat ke pihak RDMP tetapi belum juga ada tanggapan.

" Melalui RDP ini ada kesepakatan dari kedua pihak, ini juga menjadi perhatian serius kami di dewan karena menyangkut sarana pendidikan. Jadi kami berharap harus cepat diselesaikan jangan berlarut-larut, pihak RDMP harus secepatnya menyelesaikan permasalahan ini dengan membuat surat pernyataan," jelas Taufik

sementara itu Wakil ketua komisi III Wiranata Oey menuturkan hal yang sama. Baik pihak RDPM maupun pengurus yayasan persoalan tersebut harus diaelesaikan. Sebab disana ada warga yang dirugukan akibat kegiatan perluasan Pertamina.

"Kita coba memfasilitasi permasalahan ini, dan setelah dipertemukan ada kesepakatan dari dua pihak. Hasilnya pihak RDMP akan meminimalisir akibat yang ditimbulkan proyek ini, dan akan membenahi kembali apa-apa yang harus di benahi agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik," kata Wiranata

Ketua yayasan YAPENDIK GPIB Erwin Pangabean berharap agar keluhan yang disampaikan dapat direalisasikan, sebab selama proyek berlangsung proses pendidikan terganggu. "Mudah-mudahan hasil dari RDP ini RDMP betul -betul menjalankan komeitmen yang telah di sepakati dalam rapat tadi, agar kami dapat melaksanakan proses belajar mengajar semagaimana mestinya," beber Erwin. (agus/bdknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)