Keterangan Gambar : Syabrani
BALIKPAPANbidiknews.co.id- Wabah virus corona yang kini melanda kota Balikpapan tentu berpengaruh besar terhadap pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daera (Pilkada) Balikpapan yang serentak dilaksanakan.
Tentu saja kejadian tersebut juga berdampak tertundanya tahapan dan sosialisasi yang nantinya akan dilakukan komisi pemilihan umum (KPU) Kota Balikpapan. Disamping itu penyerapan anggaran yang saat ini tidak bisa digunakan meskipun pos-pos anggaran untuk melakukan tahapan dan sosialisasi sudah disiapkan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris KPU Syabrani, Sabtu (4/4/2020). Menurutnya KPU tidak melakukan perubahan aggaran hibah operasional dalam tahapan Pilkada Balikpapan untuk darurat corona. Awalnya KPU akan melakuka revisi anggaran hibah operasional untuk penanggulangan darurat virus corona.
Namun turun edara dari Sekretaris Jendral KPU-RI agar menggunakan anggaran APBN dalam penanggulangan Covid-19.
"Besaran anggaran penanggulangan Covid-19 tidak begitu besar, hanya sebesar 20 juta saja, itu pun baru dipergunakan sebesar 10 juta untuk membeli cairan vaksin disinfektan dan alat kesehatan yang nantinya akan dipergunakan untuk sterilisasi kantor KPU. jika anggaran penanggulangan virus corona dan pilkada, semua sudah memiliki pos anggaran masing-masing," jelas Syabrani
Perlu diketahui saat ini KPU memiliki tiga aliran anggaran, yakni anggaran hibah pilkada, operasional dan APBN.
Selain itu dirinya juga memaparkan bahwa saat ini KPU tidak akan melakukan revisi anggaran apapun untuk pelaksanaan Pilkada menjadi anggaran tanggap bencana. Sehingga anggaran untuk kegiatan tahapan pilkada akan tetap ada dan digunakan jika kondisi telah berjalan normal kembali. (bdknews)
Tulis Komentar