Iklan Satu

Walikota Diminta Terbuka, Posisi Sekda Sudah Mesti di EvaluasiTaufik : Harus Ada Regenerasi, Beri Kesempatan yang Lain

$rows[judul] Keterangan Gambar : Taufik Qul Rahman, anggota DPRD Balikpapan, dari PKB

BALIKAPAN,BIDIKNEWS.co.id-Sebagaimana diketahui, masa jabatan Sekretaris Daerah kota Balikpapan yang telah berakhir sejak Juli lalu, hingga kini pemkot belum melaksanakan upaya pergantian masa jabatan tersebut. Hal ini terus disorot sejumlah elemen masyarakat.   

Anggota DPRD Balikpapan dari PKB, Taufik Qul Rahman, meminta Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, agar segera melakukan pembukaan pendaftaran, open (bidding) untuk calon jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), yang saat ini masih dijabat Sayid MN Fadly.

Menurutnya, Walikota semestinya jauh hari sudah melakukan evaluasi posisi jabatan Sekda. Apalagi masa jabatan Sekda Balikpapan sudah diperpanjang 2 kali. Itu pun tentunya melalui mekanisme yang ada, karena Sekda merupakan pimpinan tertinggi dalam jabatan aparatur sipil negara (ASN).

"Walikota segera melakukan evaluasi terhadap posisi jabatan Sekda. Masa mesti menunggu masa jabatan Walikota berakhir pada tahun 2020. Nanti kesannya lain di masyarakat,"kata Taufik, kepada bidiknews. 

Evaluasi yang dimaksudnya, yakni Walikota melakukan penjaringan di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot Balikpapan. Jangan hanya dilihat dari tingkat kemampuan asisten saja. Dirinya menyebut, stok regenerasi untuk jabatan Sekda masih banyak, dan pangkat tentunya setingkat eselon jabatan. 

"Saya rasa tidak ada alasan lagi untuk penundaan pergantian jabatan Sekda. Jangan ada kesan, asal cocok dan 
bapak senang,"terangnya dengan nada serius. 

Semestinya regenerasi ASN terus diroling, sehingga karier ASN yang telah memenuhi syarat tidak mentok. Itulah tujuan sebenarnya reformasi birokrasi di pemerintahan.  Selain itu pula, open bidding dan assesment, tidak mutlak menjadi kewenangan Walikota. Karena SK pengangkatan Sekda berdasarkan keputusan Mendagri RI. (bidiknews)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)