Keterangan Gambar : Thohari mendengar aspirasi warga yang disampaikan. Persoalan air bersih paling banyak dikeluhkan.
Thohari sindir studi banding PDAM ke Barcelona
BALIKPAPANbidiknews.co.id- Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Thohari Aziz SH dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melaksanakan reses masa persidangan III tahun 2019.
Masyarakat yang diundang pada kegiatan reses tersebut dihadiri dari berbagai kalangan. Utamanya warga sekitar Kelurahan Sepinggan serta OPD-OPD Kota Balikpapan. Reses yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Sepinggan, Jl SMA IV No.12 RT 33 Baru, Sepinggan, berlangsung pada Selasa (19/11/19) siang.
Kegiatan reses kali ini dimanfaatkan warga untuk berdiskusi. Berbagai usulan dan keluhan pun diungkapkan warga yang selama ini terjadi dilingkungannya. Diantaranya, infrastruktur jalan lingkungan, semenisasi jalan, perbaikan drainase, masalah banjir, limbah pabrik, dan persoalan air bersih.
Ratusan warga yang hadir terlihat bersemangat dalam menyampaikan aspirasinya.
Didampingi satuan OPD dan pejabat setempat, Thohari yang mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat merespon langsung semua keluhan masyarakat dan akan mengupayakan ditindak secepatnya.
"Semua kita tampung dan akan dikaji dalam sidang paripurna. Kita mempunyai beberapa mekanisme perencanaan pembangunan, mulai dari musyawarah tingkat kelurahan, musrembang kecamatan, musrembang tingkat kota, program SKPD kemudian dibahas dalam Rapat Panitia Anggaran (Panggar). Termasuk serap aspirasi ini merupakan salah satu tahapan yang akan menjadi opini DPRD yang nantinya akan dimasukkan dalam program e-planning," jelas Thohari.
Namun yang paling mendasar dan banyak dikeluhkan masyarakat yakni penyediaan air bersih. Masyarakat sangat kesulitan dalam pemasangaan sambungan baru penyediaan air bersih dari PDAM , ditambah lagi seringnya air tidak mengalir.
Lebih lanjut Thohari mengatakan bahwa DPRD Balikpapan sudah sering kali menegur PDAM untuk memperbaiki kinerjanya terhadap pelayanan masyarakat, namun tidak terlaksana.
"Ini persoalan klasik, iterbukti bahwa masih ada sekitar 6000 pemohon sambungan baru yang belum dilayani. Itu karena setiap tahun tidak adanya pertambahan pelanggan secara signifikan,,bahkan sampai sekarang. Sementara income PDAM setiap tahun terus bertambah sementara cost juga ikut naik terus, ini perlu kita pertanyakan nantinya," jelasnya dihadapan warga.
Thohari kemudian menyinggung tentang studi ke Barcelona, itu terlalu jauh untuk belajar tentang air laut menjadi air yang bisa dikonsumsi.
"Di dekat sini juga ada Singapure, Batam. Kenapa mesti jauh-jauh itu hanya meningkatkan pengeluaran saja , percuma studi kesana kemari kalau tidak bisa menerapkannya baik penambahan air baku serta pelayanan terhadap masyarakat," sindirnya.
Thohari mengungkapkan, DPRD bersama Pemkot Balikpapan sudah menambahkan modal, profit yang diserahkan PDAM dikembalikan ke PDAM dalam bentuk penambahan modal. Secara otomatis modal PDAM bertambah yang dapat dijadikan untuk penambahan air baku, penambahan pipa induk dan retribusi untuk kebutuhan masyarakat, bukan habis di gunakan untuk biaya oprasional.
"Dalam waktu dekat DPRD akan memanggil Dirut PDAM untuk menjelaskan masalah terkait semua ini," tutupnya. (sinta /agus/bdknews)
Tulis Komentar