Keterangan Gambar : Nurhadi mendengar keluhan warga nelayan pada reses yang dilaksanakannya
BALIKPAPAN bidiknews.co.id- Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan dengan tujuan menyerap aspirasi masyarakat untuk mengetahui persoalan yang terjadi. Seperti yang dilaksanakan anggota Komisi II DPRD Balikpapan H Nurhadi Sahputra SH yang diadakan di kampung nelayan tepatnya di Gang Sepakat Baru RT 46 dan RT 47 Manggar, pada Senin (18/11/12).
Kebanyakan warga yang hadir berprofesi sebagai nelayan, sehingga keluhan yang disampaikan terkait masalah izin usaha nelayan termasuk sulitnya memperoleh solar. Selain itu juga beberapa warga menyampaikan usulan yang belum terserap salah satunya di RT 46 dan RT 47. Nurhadi mengatakan bahwa pertemuan ini selain menerima masukan serta keluhan masyarakat juga sebagai ajang untuk mempererat tali silahturahmi.
Reses tersebut dihadiri beberapa OPD Kota Balikpapan diantaranya Camat Balikpapan Timur, Dinas Sosial, Dinas PU dan PDAM serta tokoh masyarakat yang hadir dengan harapan dapat menyampaikan usulannya.
"Kami salah satu warga nelayan RT46 di Gang Sepakat yang masih banyak permasalahan yang belum menemukan solusinya, salah satunya sulit bagi masyarakat nelayan untuk memperolehnya seperti izin kapal yang harus melalui syahbandar. Ditambah dengan rumitnya birokrasi dan berbagai macam pokok permasalahan yang disampaikan warga Gang Sepakat Baru. Mayoritas warganya adalah nelayan yang penghasilannya dengan melaut atau mencari ikan, berkeingin semua ini bisa dibantu dan bagaimana cara mengatasinya," ujar Nurhadi.
Seorang warga yang bekerja sebagai nelayan Gang Sepakat Baru menyampaikan kesulitan memperoleh bahan bakar solar. Sehingga kadang tidak melaut karena tidak dapat solar, selain itu minimnya pasokan BBM jenis solar ke masyarakat nelayan. Padahal di wilayah Manggar adalah mayoritas nelayan. Ditambahkan dengan keluhan ibu-ibu yang sangat kesulitan untuk mendapatkan tabung gas 3 Kg, padahal semua ini adalah barang bersubsidi untuk rakyat yang disiapkan oleh Pemerintah agar terpenuhi kebutuhan warganya.
Ditegaskan Nurhadi, bahwa saat ini untuk wilayah Kampung Nelayan sudah ada 2 SPBU, namun hingga sekarang tidak difungsikan. Stelah dilakukan investigasi ada temuan permainan di lapangan dengan membisniskan harga pasokan solar yang tidak sesuai. Sehingga Pertamina men-stop pasokan solar. "Di awal Januari dmDewan akan mengundang pihak Pertamina dan juga masyarakat untuk menyaksikan langsung seperti apa nanti prosesnya agar permintaan masyarakat nelayan dapat dipenuhi dan tentunya akan dicarikan solusi " ujar Nurhadi.
Dia berharap semoga semua permasalahan yang ada di Kampung Nelayan tepatnya di Gang Sepakat Baru RT 46 dan RT 47 dan di wilayah sekitarnya semua bisa teratasi. "Saya akan berusaha untuk menguapayakan aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat," tutupnya. (sinta/bdknews)
Tulis Komentar